Saat pagi menyeruak gelap
mengusik nikmatnya dekapan malam
sepasang bola bundar di wajah ini
harus segara mengangkat pelupuk yang menggelayut
kaki-kaki yang seakan enggan menapak
mau tak mau harus mentaati perintah sang "otak"
mengarah satu sasaran sumber kehidupan ini
yang sejak tadi menunggu ....
ciduk demi ciduk tetes-tetes kehidupan
dimulai dari hal yang satu ini
satu-persatu jatah rampung membasahi
setiap bagian dari tubuh
Tuan penjaga waktu seruan Tuhan
tlah Ia kumandangkan begitu lantang
memanggil setiap jiwa yang nikmat pulas di selimuti mimpi
untuk segara merapatkan barisan menghadap Robb-Nya
Wahai para ahli kubur
sudah lunaskah hakmu terpenuhi
janji Illahi pasti bahwa
kemenangan hari ini dimilai dari sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar